Senin, 27 Februari 2012

Omelet Gulung Makaroni
Bahan :
  • 75 gr daging giling
  • 50 gr makaroni
  • 4 butir telur
  • 300 ml air
  • 1 sendok teh oregano
  • 1 sendok teh peterseli cincang
  • 1/4 buah bawang bombay, cincang halus
  • garam dan merica bubuk secukupnya
  • 1 sendok makan margarin
Cara membuat :
  • Didihkan air, masukkan makaroni lalu rebus hingga matang. Angkat dan tiriskan.
  • Kocok telur, garam, dan merica bubuk hingga rata.
  • Masukkan bawang bombay, daging giling, oregano, dan peterseli, aduk hingga rata.
  • Panaskan margarin di atas pan dadar, tuang adonan telur, masak hingga setengah matang.
  • Taburi makaroni di atasnya, gulung perlahan dan masak hingga matang. Angkat.

Sup Macaroni Campur

SUP MAKARONI CAMPUR Sup Macaroni Campur


Resep Sup Macaroni Campur

Sup Makaroni Campur adalah masakan sup dengan kuah susu dan kaldu ayam, isinya makaroni yang dicampur dengan aneka bahan lainnya seperti daging dan sosis. Benar-benar sebuah masakan yang campur aduk.
Bahan Sup Makaroni Campur :
  • Makaroni, 400 gram, rebus, tiriskan
  • Daging asap, 3 lembar, potong kotak
  • Fillet daging ayam, 200 gram, kukus, potong dadu
  • Sosis sapi, 4 buah, potong bulat, 1cm
  • Margarin, 50 gram
  • Susu cair, 750 ml
  • Air kaldu ayam, 1 liter
  • Keju cheddar, 100 gram, parut
Bumbu :
  • Bawang merah, 5 butir, iris tipis
  • Merica bubuk, 1 sendok teh
  • Pala bubuk, 1/4 sendok teh
  • Garam, secukupnya
  • Gula pasir, 1/2 sendok teh
Cara membuat Sup Makaroni Campur :
  1. Panaskan margarin, tumis bawang merah hingga harum.
  2. Masukkan daging asap, ayam dan sosis. Tumis sambil diaduk hingga daging berubah warna.
  3. Tuang susu dan air kaldu, masak hingga mendidih.
  4. Tambahkan makaroni dan bumbu lainnya, aduk rata. Angkat. Sajikan dengan keju parut.
Untuk 3 porsi
Tips Sup makaroni :
  • Tambahkan sedikit minyak saat merebus makaroni agar tidak lengket.
  • Jangan rebus makaroni terlalu matang agar bentuknya bagus.

LEGENDA BATU CINTA


SITU Patengan adalah sebuah danau yang berada di kaki Gunung Patuha, Kabupaten Bandung. Situ ini menjadi salah satu objek wisata yang cukup digandrungi di kawasan Bandung selatan. Terlebih di sana ada ”batu cinta” yang menjadi daya tarik pengunjung. Ya, batu cinta, sebuah batu yang terletak di pulau yang ada di tengah situ, yakni Pulau Sasuka atau orang sering menyebutnya sebagai Pulau Asmara. Batu cinta ini mengiringi legenda Situ Patengan.


Konon, situ yang airnya berasal dari Sungai Cirengganis ini merupakan kumpulan air mata dari pasangan Dewi Rengganis dan Ki Santang, yang cintanya tak bisa bersatu karena suatu keadaan. Namun, mereka akhirnya bisa kembali bertemu pada sebuah batu setelah sekian lama saling mencari. Batu inilah yang kelak dinamakan batu cinta. Mitos pun menyeruak, bagi pasangan yang berkunjung ke batu itu, cinta mereka akan abadi. Nama Patengan pun diduga diambil dari kisah pasangan dalam legenda tersebut, yakni dari kata pateangan-teangan yang dalam bahasa Sunda berarti saling mencari.

Terlepas dari legendanya, Situ Patengan memang memiliki daya tarik tersendiri. Sejauh mata memandang, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah berupa hamparan perkebunan teh, pegunungan, perkebunan stroberi, serta hutan yang mengelilinginya. Suasana terasa semakin nyaman karena kawasan ini berhawa sejuk. Bahkan, setiap harinya nyaris selalu ditandangi kabut. Pengunjung pun bisa mengelilingi danau menggunakan perahu. Sama halnya dengan legenda batu cinta, konon, jika pasangan mengelilingi situ ini akan diberikan kelanggengan.

Situ Patengan pun menyimpan potensi flora dan fauna. Beberapa flora dan fauna unik dapat ditemui di kawasan ini. Apalagi, Situ Patengan telah menjadi taman wisata sejak tahun 1981 yang sebelumnya merupakan kawasan cagar alam. Pepohonan khas Jawa Barat, sejenis puspa dan saninten, masih banyak ditemukan. Jenis primata langka, surili (Presbytis comata), juga masih kerap terlihat dan terdengar suaranya di hutan sekitar situ. Untuk jenis ikan, situ ini menjadi habitat ikan sejenis nila, mas, dan tawes.

Situ Patengan rutin menjadi tempat kegiatan penanaman bibit ikan dan tanaman setiap tahunnya, yaitu setiap tanggal 14 Maulid. Pada hari itu juga dilaksanakan ritus syukuran yang dilakukan masyarakat sekitar Situ Patengan di Pulau Sasuka. Acara itu juga merupakan bentuk penghormatan pada tanah leluhur, dilakukan semalam suntuk, dan terbuka untuk umum.

Sabtu, 25 Februari 2012

Sejarah telepon seluler


Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.
Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.